Artikel Makhluk Hidup : YOUNG ENTREPRENEURS ? WHY NOT !!! Step by Step jadi Pengusaha Muda (4)
PEMASARAN
Mengembangkan Strategi Pemasaran yang
Efektif
Untuk dapat menjual barang/jasa kepada konsumen diperlukan
suatu kegiatan pemasaran agar konsumen mengetahui produk/jasa yang kita jual
berikut keunggulannya. Agar dapat menjual barang/jasa dengan baik, diperlukan
suatu strategi pemasaran yang efektif. Hal ini bertujuan agar pemasaran yang
kita lakukan benar-benar dapat menginformasikan produk yang kita jual dan
dipahami dengan jelas oleh target konsumen kita. Namun, sebelum kita masuk
lebih dalam, mari kita ulas sedikit mengenai makna dari strategi pemasaran.
· Strategi : Cara-cara yang dilakukan
dengan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai apa yang diinginkan (tujuan).
· Pemasaran : kegiatan-kegiatan yang
terdiri dari menentukan harga jual, menetapkan pangsa atau segmen konsumen,
memilih jalur penjualan, mempromosikan produk ditujukan terhadap segmen
konsumen yang dipilih.
· Strategi pemasaran : cara-cara yang
dilakukan dengan kemampuan yang dimiliki untuk menentukan harga jual, menetapkan
pangsa atau segmen konsumen, memilih jalur penjualan, mempromosikan produk
ditujukan terhadap segmen konsumen yang dipilih.
Manfaat Strategi Pemasaran
§ Merencanakan
produk dan membuat produk yang benar-benar dibutuhkan oleh konsumen.
§ Menentukan
harga jual yang tepat.
§ Mempromosikan
produk dengan cara dan saluran media yang tepat.
Strategi pemasaran yang lazim
digunakan adalah bauran pemasaran 4P (Marketing Mix). Bauran pemasaran adalah
kombinasi dari 4 kegiatan (4P) yang merupakan inti dari sistem pemasaran, yaitu
product (produk), price (harga), place (tempat penjualan/jalur distribusi), dan
promotion (promosi).
1.
Product
(produk) adalah sesuatu yang ditawarkan ke calon konsumen, baik berupa
barang maupun jasa. Hal-hal yang termasuk product meliputi: variasi, kualitas,
desain, merek, dan kemasan.
2.
Price
(harga) adalah sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh calon konsumen
untuk memiliki / menikmati barang atau jasa yang diinginkan. Hal-hal yang
termasuk price meliputi: daftar harga dan diskon potongan harga.
3.
Place
(tempat penjualan / jalur distribusi) adalah merupakan lokasi atau tempat
dimana calon konsumen bisa dengan mudah menjangkau atau mendapatkan barang atau
jasa yang diinginkan. Hal-hal yang termasuk place meliputi: lokasi penjualan,
wilayah penjualan, dan alat transportasi.
4.
Promotion
(promosi) adalah kegiatan-kegiatan atau cara yang dilakukan oleh pengusaha
untuk mengenalkan barang atau jasa yang dijual dan menarik minat calon konsumen
untuk membeli, termasuk media yang digunakan untuk promosi. Hal-hal yang
termasuk promotion meliputi: brosur, poster, iklan di koran, majalah, radio,
media online (facebook dan Instagram), spanduk, dan lain-lain.
Sebelum menerapkan 4P di atas, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan,
yaitu:
§
Solusi
Pelanggan (Customer Solution). Barang atau jasa yang dijual harusnya dapat
membantu dan mampu menyelesaikan masalah konsumen.
§
Biaya
Pelanggan (Customer Cost). Barang atau jasa yang akan dibayarkan oleh
konsumen untuk membeli produk tersebut harus sesuai atau setara dengan
kebutuhan atau keinginannya.
§
Kenyamanan
(Convenience). Barang atau jasa tersebut mampu menyenangkan konsumen karena
mudah diperoleh di mana-mana.
§
Komunikasi
(Communication). Pengusaha dan konsumen dapat melakukan komunikasi baik
sebelum membeli, saat membeli, maupun sesudah pembelian barang atau jasa.
Anggaran Pemasaran
Setelah menentukan strategi pemasaran, sekarang saatnya menentukan
anggaran pemasaran. Hal terpenting yang harus diingat oleh pengusaha adalah
membuat anggaran pemasaran yang sesuai dengan barang atau jasa yang akan dijual
dan calon konsumen yang dipilih. Anggaran pemasaran hanya mencakup biaya yang
timbul dari aktivitas pemasaran saja. Tidak termasuk aktivitas usaha yang lain,
seperti produksi.
Anggaran pemasaran dapat bervariasi dari bulan ke bulan, biasanya
tergantung pada situasi dan kondisi usaha dan konsumen. Ada beberapa bulan
dimana permintaan konsumen terhadap barang atau jasa tertentu cukup banyak,
misalnya bulan Juni dan Juli yang mendekati tahun ajaran baru bagi
sekolah-sekolah di Indonesia. Bila usaha kita menjual seragam sekolah, maka
permintaan konsumen untuk seragam sekolah pada bulan tersebut biasanya lebih
banyak daripada bulan-bulan yang lain. Pada bulan tersebut, anggaran pemasaran
dimungkinkan untuk ditingkatkan agar permintaan konsumen bisa dipenuhi dengan
maksimal.
RANCANG KEUANGAN USAHAMU
Keuangan Pribadi dan Keuangan Usaha
Bagi para pengusaha yang baru
membangun suatu usaha, memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usaha sering
diabaikan. Padahal itu adalah hal yang sangat penting. Ada beberapa alasan
mengapa banyak orang senang mencampur keuangan pribadi dengan keuangan usaha.
Penyebab utamanya adalah merasa bahwa uang yang digunakan untuk usaha adalah
uang pribadi.
Berikut
ini adalah tips sederhana untuk membuat keuangan usaha dan keuangan pribadi
menjadi sehat dan seimbang:
1.
Pisahkan
keuangan usaha dengan keuangan pribadi
Biasakanlah untuk memisahkan keuangan usaha dengan
keuangan pribadi sedari dini. Walaupun saat ini bisnis yang sedang dijalankan
masih terbilang kecil, namun keuangan usaha harus tetap dikelola dan dipisahkan
dari keuangan pribadi agar tidak mengganggu perkembangan usaha kedepannya
2.
Tentukan
jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha
Setelah memisahkan antara keuangan usaha dan keuangan
pribadi, tentukan berapa jumlah uang yang akan digunakan untuk kebutuhan usaha.
Hal ini sangat berguna untuk merencanakan keuangan usaha kita. Jika jumlah
uangnya tidak jelas, maka arus kas usaha kita pun akan tidak jelas.
3.
Catat
pengeluaran dan pemasukan dengan rapi
Catatlah semua uang yang keluar dan masuk didalam
sebuah pembukuan. Adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol jumah uang yang
keluar dan uang yang masuk.
4.
Kurangi
resiko dengan cara menghindari hutang
Mengembangkan usaha dengan cara berhutang, memang
diperbolehkan. Namun kita juga harus waspada, karena jika kondisi keuangan
usaha kurang baik, beban cicilan hutang hanya akan memperburuk keadaan usaha,
bahkan dapat juga memperburuk keuangan pribadi.
5.
Gaji
diri sendiri
Merasa bahwa uang usaha berasal dari uang pribadi akan
membuat seorang pengusaha merasa boleh menggunakan keuntungan untuk keperluan
pribadi. Padahal itu akan membuat pengusaha tersebut kehabisan modal. Jalankan
dengan profesional, gaji diri sendiri agar tidak mengambil keuntungan secara
bebas dan membuat modal habis.
Memisahkan uang usaha dan pribadi
artinya bukan berarti kita tidak boleh menggunakan hasil usaha untuk
kepentingan pribadi. Akan tetapi, yang harus diatur adalah berapa yang boleh
diambil untuk memenuhi kebutuhan pribadi, berapa yang seharusnya tetap disimpan
sebagai modal berputar atau pengembangan usaha dan berapa untuk membayar
cicilan hutang. Bagaimana caranya?
1.
Melakukan
Pencatatan
Lakukan
pencatatan dengan rapi setiap transaksi setiap harinya. Periksa kembali catatan
Anda setiap minggu untuk menghitung berapa uang yang digunakan untuk
memproduksi barang, berapa uang yang didapat dari hasil penjualan, dan berapa
keuntungan setiap hari dan minggunya, sehingga dapat diketahui keuntungan yang
diperoleh dalam sebulan.
2.
Alokasi
Dana
Dari
keuntungan yang diperoleh, bagilah kedalam beberapa pos sesuai dengan
kebutuhan. Misalnya: 2.5% untuk zakat, 10% untuk ditabung, 50% untuk belanja
keluarga dan pribadi, 25% untuk membayar cicilan hutang, 12.5% untuk tabungan
usaha atau pengembangan usaha
Jika
ingin menikmati jumlah uang yang pasti/tetap untuk kebutuhan pribadi dan
keluarga, maka tentukanlah nilanya bukan berdasarkan persentase tapi
berdasarkan nominal. Misalnya 1 juta rupiah sebulan. Penentuan jumlah ini harus
disesuaikan dengan kebutuhan lainnya.
3.
Memisahkan
Uang Usaha dan Uang Pribadi
Uang
usaha dianggap sebagai uang pribadi karena usaha 100% milik sendiri.
Berdasarkan anggapan tersebut, pengaturan keuangan untuk kepentingan pribadi
dan kepentingan usaha pun disatukan oleh pengusaha. Hal ini akan berdampak
buruk terhadap perkembangan usaha dan keuangan pribadi.
Selain
itu, pemisahan tersebut harus diikuti komitmen
untuk tidak mengambil uang usaha untuk kepentingan pribadi. Untuk langkah
ini ada baiknya pengusaha mempersiapkan lebih dari satu rekening bank/celengan.
Jadi, rekening untuk kepentingan usaha dengan rekening untuk kepentingan
pribadi dibuat terpisah. Jika suatu saat pengusaha terpaksa mengambil uang
usaha untuk kepentingan pribadi, sebaiknya hal tersebut dicatat sebagai hutang
dan harus segera diganti.
Bukalah
rekening di bank khusus untuk usaha yang dijalankan. Pastikan setiap transaksi
jual beli kegiatan usaha menggunakan rekening ini. Buka juga rekening bank
khusus untuk kebutuhan pribadi. Dengan demikian pemisahan keuangan akan lebih
mudah. Tentunya harus disiplin dan tidak tergoda untuk menggunakan uang usaha
dalam keadaan apapun.
Adanya
rekening yang terpisah akan membantu pengusaha melihat pertumbuhan usahanya,
baik dari sisi perputaran modal, maupun pertumbuhan modal. Di samping itu
pengusaha juga bisa mengetahui sudah berapa banyak biaya yang keluar untuk
usaha dan berapa pendapatan yang telah masuk, apakah usaha masih rugi (minus)
atau sudah untung (plus), dan kalaupun rugi (minus) apakah masih wajar atau
tidak dan sebagainya.
Mengelola Keuangan Usaha
Dalam
menjalankan usaha, pengelolaan keuangan menjadi hal utama yang harus
diperhatikan. Pengelolaan keuangan yang baik, akan membuat usaha berjalan
dengan baik. Sebaliknya, pengelolaan keuangan yang buruk akan memperburuk
perkembangan usaha, bahkan bisa berdampak pada kehidupan pribadi. Sebagai
pengusaha pemula, pengelolaan keuangan menjadi tantangan tersendiri. Akan
tetapi, hal ini amat sangat bisa dipelajari, sehingga dapat dengan mudah dipraktekan
pada usaha.
Pengelolaan
keuangan adalah cara mengelola keuangan yang ada di dalam usaha. Keuangan yang
dimaksud disini meliputi uang masuk (modal, penjualan, dan lain-lain) dan uang
keluar (pembelian alat, bahan baku, hutang, dll). Pengaturan keuangan dapat
dilakukan salah satunya dengan pencatatan keuangan. Pencatatan dilakukan agar pengusaha dapat
mengontrol pengeluaran dan apakah pengeluaran yang dilakukan memang dibutuhkan
atau tidak. Berikut adalah tabel yang digunakan untuk pencatatan saat masa
operasional usaha.


Comments
Post a Comment