Artikel Makhluk Hidup : YOUNG ENTREPRENEURS ? WHY NOT !!! Step by Step jadi Pengusaha Muda (3)
PRODUKSI DAN PROYEKSI KEUANGAN
Aloha yeorobun !!!
Gimana nih, apakah kalian sudah
mendapatkan ide bisnis atau usaha yang cocok untuk kalian ? Untuk kalian yang
masih bingung mencari ide bisnis atau usaha apa, semangat !!! Kalian pasti bisa
menemukan ide bisnis dan usaha yang cocok dan tepat selama kalian mau dan ingin
berusaha untuk mencoba dan memulainya. Nah, yang sudah menemukan ide bisnis
atau usahanya boleh melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu, “Produksi dan
Proyeksi Keuangan”
Sumber Daya Utama, Modal Awal dan Alur Proses
Produksi
Dalam memproduksi suatu barang atau
jasa, mengetahui sumber daya utama dan alur proses produksi merupakan hal yang
penting. Dalam memulai sebuah usaha, sumber daya utama dibagi menjadi dua,
yaitu peralatan-peralatan yang digunakan untuk mendukung terciptanya suatu
produk dan bahan-bahan yang akan digunakan dalam proses produksi.
· Peralatan dan Biaya yang Digunakan
Dalam
membuat suatu produk pasti dibutuhkan alat-alat untuk mendukung proses
produksi. Contoh untuk produksi jahitan, maka dibutuhkan mesin jahit, benang,
gunting, penggaris, dan sebagainya. Jika membuat kue, maka membutuhkan kompor,
wajan, panci, dan lain sebagainya. Pastikan alat yang digunakan telah tersedia
dan dalam kondisi bersih, layak pakai, tidak rusak, dan tidak menyebabkan
kecelakaan.
Selain
mengeluarkan biaya untuk pengadaan peralatan, terdapat juga beberapa biaya -
biaya yang harus dikeluarkan pada awal suatu usaha agar dapat memulai usaha
dengan lancar :
1. Biaya promosi awal
2. Biaya sewa tempat (jika dibayar dimuka
dalam jangka waktu tertentu, maka biaya sewa tempat dimasukkan ke dalam rincian
biaya di atas, tetapi jika dibayar tiap bulan, biaya sewa tempat masuk ke biaya
operasional bulanan)
3. Biaya resiko. Jumlah uang yang
disediakan sebagai uang jaga-jaga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan
seperti produk basi, tidak terjual, tepung tumpah, telur pecah, dll.
4. Uang untuk membeli membeli bahan baku
awal produksi
Sehingga,
total modal awal yang dibutuhkan saat
memulai usaha, yaitu:
Biaya
untuk membeli peralatan (a) = 650.000
Biaya
lainnya (b) = 720.000
Total (a) + (b) = Rp. 1.370.000
· Alur Proses Produksi
Adanya pembuatan alur produksi
adalah untuk memastikan barang atau jasa yang diproduksi memiliki kualitas yang
baik, karena sudah dilaksanakan dengan benar dari awal hingga akhir dengan
tidak ada tahapan yang terlewat. Teman-teman bisa membuat langkah-langkah
tahapan produksi yang dimulai dari persiapan bahan baku sampai tahap akhir atau
siap jual. Jumlah langkah produksi bisa berbeda-beda, tergantung dari proses
produksi yang akan dilakukan.
Biaya Produksi
Biaya produksi
merupakan biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk yang akan dijual. Biaya
produksi ini merupakan biaya tidak tetap, karena besar kecilnya tergantung dari
sedikit atau banyaknya jumlah produk yang akan dibuat. Dalam menghitung biaya
produksi, ada 3 hal yang harus diperhitungkan, yaitu :
1. Biaya Bahan Baku Langsung (BBBL) yang merupakan bahan baku
utama yang digunakan dalam proses produksi dan tidak bisa digantikan dengan
bahan lain.
2. Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) yang digunakan untuk
membayar orang yang melakukan proses produksi.
3. Biaya Pendukung merupakan semua biaya yang mendukung proses
produksi namun diluar bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung.
Contohnya seperti, kemasan dan sebagainya.
Kemudian, dari
ke-3 biaya ini akan ditotal dan disebut dengan Harga Pokok Penjualan (HPP).
Sehingga akan membantu kalian untuk menetapkan harga jual yang benar.
Setelah dihitung HPPnya, tahap berikutnya adalah mencari HPP per produk/unit/bungkus. Caranya mudah, HPP yang telah dihitung diatas, dibagi dengan jumlah produk yang dihasilkan. Berikut ini contoh tabel sederhana yang bisa digunakan untuk menghitung HPP dengan contoh produk keripik bayam.
Dari perhitungan di atas, bisa dilihat dengan biaya produksi sebesar Rp. 60.000 menghasilkan 5 bungkus keripik bayam, maka HPP per bungkus didapati dari HPP yaitu Rp. 60.000 dibagi jumlah produk yang dihasilkan yaitu 5 bungkus sehingga diketahui HPP per bungkus adalah Rp. 12.000. Artinya, Rp. 12.000 itu adalah biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu bungkus keripik bayam.
Tabel berikut ini akan membantu menetapkan harga jual sehingga bisa diketahui laba kotor setiap produknya.
Perkiraan Perhitungan Biaya
Operasional
Selain biaya
produksi, dalam melakukan suatu usaha ada biaya lain yang dikeluarkan oleh
seorang pengusaha, yaitu biaya operasional. Jika biaya produksi termasuk biaya
tidak tetap, maka biaya operasional termasuk biaya tetap. Dikatakan biaya tetap
karena biaya yang dikeluarkan jumlahnya relatif tetap setiap bulannya. Yang
dimaksud biaya operasional (biaya tetap) adalah biaya yang dikeluarkan setiap
bulan untuk mendukung berjalannya suatu usaha, seperti biaya listrik, biaya
air, biaya pegawai (jika ada), biaya promosi, dan lain-lain. Berikut ini adalah
perkiraan biaya operasioal yang mungkin dikeluarkan untuk mendukung berjalannya
suatu usaha.
Perhitungan untuk Menutup Biaya
Operasional
Agar pengusaha tidak
rugi, maka ada jumlah minimal yang harus terjual setiap bulannya agar bisa
menutup biaya operasional, istilahnya Break Even Point (BEP). Break Even Point
(BEP) adalah kondisi pengusaha tidak mengalami kerugian, tapi juga belum
mendapatkan keuntungan. Berapa yang
harus dijual setiap bulannya agar pengusaha tidak rugi? Berikut ini cara
menghitungnya :
Jika biaya
operasional setiap bulannya adalah Rp. 750.000, dengan menggunakan rumus di
atas, maka berikut ini adalah jumlah yang harus diproduksi dan dijual agar
tidak rugi:
Dengan biaya
operasional sebesar Rp. 750.000 per bulan, maka pengusaha harus menjual 250
bungkus setiap bulannya agar bisa menutup biaya operasional.
Perhitungan Balik Modal
Perhitungan ini
penting untuk dihitung agar bisa mengetahui kapan modal usaha kembali. Jika
sebelumnya yang digunakan sebagai pembagi adalah biaya operasional, maka dalam
perhitungan balik modal, pembaginya adalah biaya yang dikeluarkan sebagai modal
awal saat akan memulai usaha. Berikut ini adalah rumus untuk menghitung berapa
unit yang harus terjual supaya modal awalnya kembali:
Jadi, misal saat awal
memulai usaha membutuhkan modal Rp. 2.000.000, dengan menggunakan rumus di
atas, maka pengusaha akan balik modal dalam :
Dengan modal Rp.
2.000.000 maka pengusaha tersebut akan balik modal setelah menjual 667 bungkus
keripik bayam. Sekarang, silahkan hitung perkiraan balik modal usaha mu.
Target Produksi, Penjualan, dan
Perkiraan Laba Kotor
Dalam menjalankan
suatu usaha, hendaknya seorang pengusaha mempunyai target produksi dan
penjualan agar semangat dan terarah dalam menjalankan usahanya. Berikut ini
adalah contoh perhitungan perkiraan pendapatan dalam 3 bulan :
Perkiraan penjualan
dan laba kotor sangat bisa berubah tergantung rencana dan target masing-masing
pengusaha. Setelah diketahui laba kotor dan biaya operasional setiap bulan,
maka pengusaha bisa mengetahui berapa laba bersih setiap bulannya. Berikut
perhitungan sederhananya:
Catatan: Selain
dengan menggunakan rumus balik modal sebelumnya, dari laba bersih juga bisa
diperhitungkan pada bulan ke berapa pengusaha akan balik modal.
Dari perhitungan di
atas, bisa dilihat bahwa usaha tersebut akan balik modal di bulan keempat.
Teman-teman bisa mencoba untuk menginput data dari usaha kalian ke tabel seperti pada contoh yang telah ada di pembahasan ya 💪 Step terakhir nih, masuk ke Bab "PEMASARAN" !!! 💖















Comments
Post a Comment